KK 14 Mendiagnosis Perangkat yang
Tersambung pada Jaringan Berbasis Luas (Wide Area Network/WAN)
1.1 Jenis-Jenis gangguan pada perangkat Wide Area
Network (WAN)
Mendiagnosis
permasalahan perangkat yang tersambung jaringan luas atau Wirelessmerupakan
pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator jaringan/Teknisi. Pekerjaan
ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi agar di dapat hasil yang
baik.
Komputer
yang terhubung jaringan luas sering kali mengalami gangguan maupun kerusakan
baik dari sisi hardware atau software. Hal ini disebabkan oleh
banyaknya pengguna frekuensi atau gelombang 2,4Mhz, gejala alam dan komputer
yang terhubung dalam sistem jaringan berbasis luas (wireless) atau WAN.
1.2 Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya
kerusakan pada perangkat WAN
Beberapa
faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada perangkat WAN adalah
sebagai berikut :
1. Tegangan Listrik
Tegangan
listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang dihasilkan tidak
stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati mendadak dari sumber PLN. Hal
tersebut sangat mempengaruhi dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan
bersumber pada listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak
stabil, dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak. Perangkat
wireless yang kita gunakan sering mati mendadak karena sumber listrik mati
dapat menyebabkan perangkat Wirelessyang kita gunakan akan cepat rusak.
Sehinga akan mempengaruhi jaringan apabila terjadi kerusakan pada Wirelesss/
radio workstation maupun di router server.
2.
Mati atau tidak berfungsinya komponen pada perangkat Wire Less
Mati
atau tidak berfungsinya komponen pendukung perangkat Wirelessdisebabkan
oleh ganguan Petir (gangguan alam), terjadi dikarenakan factor alam dan petir
di saat cuaca hujan dan angin kencang yang menyebabkan perangkat akan terbakar
juga pemakaian yang terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.
3. Perangkat Software, Ganguan juga dapat terjadi
dari software yang ada di Server atau PC client,ganguan
ini bisa disebabkan oleh tidak jalannya aplikasi di Wire Less, konflik
IP (Internet Protocol), tidak jalannya proses proxy server
pada server, dan masih banyak lagi jenis ganguan software
lainnya, solusinya adalah Admin harus menguasai standart server
dan client.
1.3 Komponen-Komponen WLAN
Ada empat komponen utama dalam WLAN,
yaitu:
1.
Access Point, merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari
pengguna (user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika
jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi
mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan
disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan
dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
2.
Wireless LAN Interface, merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/Desktop
PC, peralatan yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal
Computer Memory Card International Association) card, PCI card maupun
melalui port USB (Universal Serial Bus).
Wireless Router (WR)
3.
Mobile/Desktop PC, merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PC
pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan
wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card
atau USB (Universal Serial Bus).
4.
Antena external (optional) digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena
ini dapat dirakit sendiri oleh user. contoh : antena
kaleng.
Secara relatif perangkat Access-Point
ini mampu menampung beberapa sampai ratusan pengguna secara bersamaan.
Beberapa vendor hanya merekomendasikan belasan sampai sekitar 40-an pengguna
untuk satu Access Point. Meskipun secara teorinya perangkat ini bisa menampung
banyak namun akan terjadi kinerja yang menurun karena faktor sinyal RF itu
sendiri dan kekuatan sistem operasi Access Point.
Komponen
logic dari Access Point adalah ESSID (Extended Service Set
IDentification) yang merupakan standar dari IEEE 802.11. Pengguna harus
mengkoneksikan wireless adapter ke Access Point dengan ESSID
tertentu supaya transfer data bisa terjadi. ESSID menjadi autentifikasi standar
dalam komunikasi wireless. Dalam segi keamanan beberapa vendor tertentu membuat
kunci autentifikasi tertentu untuk proses autentifikasi dari klien ke Access
Point.
1.4
Fungsi Perangkat dasar WLAN /Wifi
a. Antena Grid 2,4/Omni 19dbi
Fungsinya
adalah dimana antenna ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan
sisitem gelombang radio 2,4 Mhz.Dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet
atau internet.
b. Radio outdoor/indoor
Berfungsi
menghubungkan proses input/output frekuensi 2,4 MhZ ke Ethernet Card ( Eth0 )
atau komputer.
c. HUB/switch
Hub/switch
berfungsi sebagai terminal atau pembagi sinyal data bagi kartu jaringan
(Network Card)
d. Wireless Router
Bisa
juga berfungsi menjadi switch hub dan sebagai radio indoor
dimana menghubungkan frekuensi 2,4 Mhz ke PC ( Personal Computer).
e. Kabel dan Konektor
Kabel
dan konektor berfungsi sebagai media penghubung antara komputer client dengan
komputer client yang lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk
membentuk jaringan.
1.5 Mengidentifikasi gejala pada pengoperasian WAN
Mendiagnosa
permasalahan yang terjadi pada jaringan berbasis luas atau Wireless dilakukan
untuk mengetahui bagian-bagian perangkat hardware/software yang
kemungkinan mengalami kerusakan atau gangguan. Mendiagnosa kerusakan dapat
dilakukan secara hardware maupun secara software dengan
indikasi-indikasi yang dapat diamati. Untuk mendapatkan jaringan berbasis luas/wireless
yang baik dan bekerja secara normal harus dilakukan perawatan secara berkala.
Perawatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat pendukung dan
kondisi jaringan berbasis luas dalam berkomunikasi data. Dengan perawatan yang
berkala diharapkan sistem jaringan berbasis luas/wireless tersebut akan
selalu dalam kondisi yang terjaga dengan baik dan bekerja secara
normal.
Jenis reaksi yang seharusnya terjadi atau tidak terjadi dari
perangkat diidentifikasi, seperti:
a. Tidak ada reaksi yang
seharusnya dari komponen/ modul, misalnya: matinya lampu indikator (LED) pada switch
atau router.
b. Fungsi yang tidak berjalan
di lingkungan jaringan, misalnya: gagal terhubung pada segment yang berbeda.
Ada penurunan performansi (respond
time dan atau visual)secara nyata/signifikan (kualitatif/relatif)
terhadap kondisi.
2. MEMILAH MASALAH BERDASARKAN KELOMPOKNYA
2.1
Mode Jaringan WLAN
Wireless
Local Area Network sebenarnya
hampir sama dengan jaringan LAN, akan tetapi setiap node pada WLAN menggunakan wireless
device untuk berhubungan dengan jaringan. node pada WLAN menggunakan channel
frekuensi yang sama dan SSID yang menunjukkan identitas dari wireless
device.
Tidak
seperti jaringan kabel, jaringan wireless memiliki dua mode yang dapat
digunakan: infastruktur dan Ad-Hoc. Konfigurasi infrastruktur adalah komunikasi
antar masing-masing PC melalui sebuah access point pada WLAN atau LAN.
Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing
komputer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini
tergantung dari kebutuhan untuk berbagi data atau kebutuhan yang lain dengan
jaringan berkabel.
2.2
Peralatan WLAN untuk Instalasi Luar Ruang
Pada
berbagai kasus, kemungkinan konfigurasi instalasi dapat sangat bervariasi. Pada
dasarnya kita membutuhkan empat buah komponen inti untuk mem-bypass
infrastruktur Telkom yaitu:
1. PC
router, dapat berupa Pentium I atau Pentium II 64Mbyte RAM dengan system
operasi Linux agar cukup reliable.
2. WLAN
Card, menggunakan card PCI dengan antenna external. Untuk solusi yang lebih
murah, menggunakan card USB yang memiliki built-in antenna. Dengan menambahkan
reflector pada USB card tersebut, jarak beberapa kilometer. Perlu dicatat bahwa
tidak semua card WLAN dirancang untuk keperluan outdoor, sebagian card
dirancang hanya untuk keperluan indoor.
3. Bagi
anda yang menggunakan card PCI , untuk menyambungkan ke antenna external
dibutuhkan kabel pig tail untuk sambungan ke kabel coax. Kabel
coax biasanya diusahakan tidak lebih dari 10 meter untuk menjaga agar redaman
tidak terlalu besar. Sebetulnya akan lebih murah dan tidak meredam terlalu
banyak sinyal jika menggunakan card USB WLAN, karena tidak perlu lagi
menggunakan kabel coax.
4. Antenna
luar digunakan untuk memperluas jangkauan komunikasi wireless internet.
Pada dasarnya anda membutuhkan sebuah antenna luar di frekuensi 2.4GHz. Jika
anda ingin membuat sendiri antenna luar 2.4GHz, Anda dapat memerikasanya di http://www.google.com
menggunakan keyword homebrew 2.4 GHz antenna anda akan memperolah banyak
informasi tentang berbagai teknik untuk membuat sendiri antenna luar untuk
2.4GHz.
Bagi
yang menggunakan card USB WLAN dengan antenna 2.4GHz yang sudah built-in, perlu
melakukan beberapa hal untuk membuat jarak menjadi jauh, antara lain:
1. Buat supaya card USB WLAN menjadi
tahan cuaca, misalnya dengan memasukannya ke bungkusan yang tahan hujan, dll.
2. Buat supaya kabel USB ke PC juga
tahan cuaca. Letakan Card USB WLAN di muka antenna parabola untuk memperoleh
penguatan antenna yang lebih besar.Dapat menggunakan antenna parabola yang
kecil yang biasa digunakan untuk kabel TV, atau membuatnya sendiri.
2.3
Membangun Jaringan RT/RW-net
Langkah
selanjutnya yang lebih kita kembangkan setelah seseorang tersambung ke internet
24 jam melalui wireless internet, adalah mengkaitkan tetangganya untuk dapat
tersambung ke internet juga. Secara bisnis, hal ini cukup menguntungkan
dibandingkan bisnis WARNET.
Tampak
pada gambar adalah konfigurasi umum RT/RW-net. Sebuah gateway yang beroperasi
24 jam tersambung ke internet secara wireless disambungkan ke jaringan komputer
lokal (LAN) melalui card ethernet yang ke dua. Jarak dan membuat peralatan
tahan gangguan cuaca merupakan dua tantangan yang harus dihadapi dalam
membangun jaringan RT/RW-net. Memang jaringan IntraNet di kantor maaupun WARNET
dalam hal ini jauh lebih mudah karena biasanya diinstalasi dalam ruangan.
Sebuah
kabel UTP biasanya dapat dioperasikan secra reliable untuk jarak 100-150 meter.
Kita perlu memasang hub setiap jarak tersebut untuk menjangkaujarak yang jauh.
Memang teknik ini bukanlah teknik yang baik untuk membangun sebuah jaringan
LAN, tapi cukup lumayan untuk membangun jaringan RT/RW-net yang relatif murah.
Permasalahan
yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan berbasis
luas adalah jarak dan ganguan cuaca yang akan menggangu frekuensi 2,4 Mhz
menjadi lemah, yang harusnya mendapatkan signal 80 95 %. contoh Wan yang akan
kita ambil adalah system RT/RW net,dimana system ini sudah berkembang di
beberapa kawasan di Indonesia.Serta beberapa trik untuk merawat dan mengamankan
perangkat perangkat WAN ( wide area network)..
2.4
Mode Ad-Hoc
Ad-Hoc
merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada ad-hoc ini
tidak memerlukan access point untuk host dapat saling berinteraksi. Setiap host
cukup memiliki transmitter dan reciever wireless untuk berkomunikasi secara
langsung satu sama lain seperti tampak pada gambar 16 Kekurangan dari mode ini
adalah komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang
menggunakan kabel. Selain itu, daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada
jarak antara kedua komputer tersebut.







0 komentar:
Posting Komentar